BLOG INI SUDAH TIDAK AKTIF DAN AKAN DI ALIHKAN DALAM WAKTU 7 DETIK. blog.standar.org ==>> www.standar.org

Google+ | blog | © standar.org: PROFIL "just give the best"
Selamat datang | Welcome | Thank You...
the walking dead kelahiran kucing persia bayi di china ditusuk miliki domain sendiri bangun rumah griya sae
Showing posts with label PROFIL. Show all posts
Showing posts with label PROFIL. Show all posts

Arterial Black, Band Indie Makassar

Band-band memang sudah banyak bertebaran di kota Pantai Losari, ada yang sudah mencoba peruntungan di Jakarta dengan membawa bekal seadanya, bahkan bekal yang luar biasa tapi tetap aja susah untuk tembus di label ternama. Adanya cuma membawa hasil rekaman yang bisa dibilang bagus tapi tidak bernilai jual.

gaya vokalis yang mirip Chester Bennington dari Linkin Park

Arterial Black, Band Indie dari Makassar. Sebenarnya Admin tertarik membuat profil dari band ini bukan karena mengenal baik dari Band yang bergenre metal ini, tapi karena salah-satu personilnya yang tidak lain gitaris dari Band ini adalah teman SMP Admin sendiri :D, dan setahu Admin waktu masih SMP dia hanyalah seorang anak lugu seperti kebanyakan (Admin juga :D) yang baru-barunya belajar main gitar, jadi ada hal yang menarik untuk dibahas karena keuletannya belajar gitar untuk menjadi seorang gitaris.

Personil Arterial Black yang diambil dari Fans Page Facebook :

Band ini kalau ditanya soal skill atau kekompakan manggung tidak perlu diragukan, jam terbang juga cukup mewakili untuk menjadi band yang diperhitungkan. Untuk saat ini, Band ini hanya fokus untuk manggung dan jika ada waktu, mereka menyempatkan untuk membuat lagu agar kreatifitas mereka tetap nyata.

Berikut lagu-lagu yang sudah berhasil dibuat Band yang bercorak Hitam ini.
  1. Introduction
  2. B.D.O.B
  3. Bring Hatred
  4. Nurani Terlupakan (Vocal Cut)
  5. Demo Songs 04
  6. D.O.M

Read more ...

Billy Boen Direktur JIM (Jakarta International Management)

Billy Boen
Direktur JIM (Jakarta International Management)

Wajahnya setiap Sabtu sore bisa dijumpai di sebuah stasiun televisi swasta. Presenter sekaligus produser program Young on Top ini, dikenal karena tercatat sebagai GM Oakley termuda di dunia. Bagi yang masih bingung, silakan klik laman www.youngontop.com atau googling Billy Boen di Wikipedia. Highlight-nyatak sekadar menduduki posisi puncak di usia muda, tapi ia juga mampu mendongkrak penjualan produk kacamata buatan California Amerika itu.

Bagi anak kedua dari tiga bersaudara ini, keberhasilannya menduduki posisi puncak di usia muda, tak lepas dari upayanya menyelesaikan studi dalam saktu cepat. Gelar S-1 Manajemen di Utah State University America diselesaikannya dalam waktu 2 tahun 8 bulan. Sementara gelar MBA dari State University of West Georgia, AS, ia raih dalam tempo setahun dengan predikat cum laude. “Usia 26 tahun saya bisa jadi GM, karena saya kerja setelah lulus S-2 di usia 22 tahun. Artinya kalau saya lulus S-2 dalam usia normal, nggak mungkinlah umur 26 tahun jadi GM,”katanya merendah.

Dengan prestasi dan kecerdasannya, jelas tak sulit bagi Billy mendapatkan pekerjaan di tanah air. Toh ia tak jumawa. Masuk kerja di posisi awal sebagai Asisten Manajer Produk salah satu perusahaan sepatu terkemuka. “Bagi saya bekal mencapai semua adalah attitude, saya punya passion dan punya mimpi jadi pemimpin,” ujar pria energik ini.

Setiap kali menggeluti pekerjaan baru, Billy berprinsip belajar kepada semua orang, dan kerja tak pernah hitungan. “Saya senantiasa memilih pekerjaan yang saya minati dan punya peluang bagus, meskipun gajinya bukan yang top”. Karena itu setiap kali bekerja, putera Henry Boen dan Liana Boen itu tak segan belajar dan menghormati siapapun, sekalipun mereka berada di posisi bawah dalam jenjang kerja. “Itu bekal yang saya dapat dari orang tua saya, dan modal yang membuat saya bisa seperti sekarang. Attitude yang sudah melekat dalam keseharian,”paparnya pemilik akun twitter @BillyBoen ini.

Perlahan tapi pasti, karier Billy terus menanjak. Setiap 6 bulan, ia selalu dipromosikan naik jabatan. Semua itu didapat dari keingiannya terus belajar dengan menerima tantangan memimpin berbagai project, yang bukan bagian dari pekerjaan utamanya. “Saya usahakan selalu perform, tidak memikirkan ada tidaknya tambahan gaji. Memang itu sulit. Tetapi ketika hasil yang kita capai melebihi ekspektasi, saya yakin atasan tak akan segan mempromosikan kita,”ujarnya berbagi pengalaman.

Dari perusahaan sepatu ia pindah ke Oakley , ke MRA Group hingga akhirnya memilih membuka usaha sendiri pada tahun 2009. Bersama rekannya Richard Buntaran, Billy mendirikan JIM (Jakarta International Management) sebuah bisnis yang melayani semua kebutuhan di industri fashion. Ia juga mendirikan JIC (Jakarta International Consulting) konsultan di bidang pemasaran.

Rentetan pengalaman Billy dalam merintis karir hingga ke puncak, ternyata menarik minat Neneng Sugandhi – teman Billy yang bekerja di percetakan. “Dia menelpon saya, Billy kenapa kamu nggak nulis buku aja?,” kenangnya.

Dari situ Billy mulai berpikir menuliskan pengalamannya, sekadar untuk keren-kerenan. Tak disangka, buku bersampul kuning ngejreng berjudul “Young on Top”, telah mengubah sosok Billy, untuk memberikan inspirasi kepada orang lain, khususnya anak muda.

(Kisah Inspiratif di atas merupakan sedikit ulasan dalam Contest Blogger yang diadakan PT. PERTAMINA Persero beberapa waktu yang lalu)



Read more ...